Langsung ke konten utama

tentang peneduh mataku


Teruntuk  kamu…. Lelaki yang ku kenal dulu 6 tahun yang lalu ….
Awal dari ketidaksengajaan kita bertemu…. Tak terbayang sedikitpun aku masih bisa bertegur sapa denganmu hingga saat ini ….  Waktu dimana  tak sedekat  dulu lagi…. meski  terhitung hanya sepekan  kita bertemu tapi  ku rasa itu waktu yang cukup untuk mengenali indahnya perangaimu….
Ya … pertemuan itu … awal dari ketidaksengajan aku memperhatikanmu, senyuman yang memberikan ketenangan, tatapan mata yang selalu terjaga,  keindahan sikap dan tingkah laku  yang membius mataku,  canda tawa  yang membawa suasana ceria dalam setiap detik waktu yang ku lalui bersamamu,  aku menemukan kesantunan yang luar biasa dalam dirimu….   

Lebih dari itu….ada yang berbeda dari dirimu, kecintaanmu terhadap nabimu…  aku mengagumi indahnya suaramu saat melantunkan syair cinta kepada nabimu…   yang senantiasa kau ajarkan padaku dengan sabar meski dikejauhan … membuatku merasa beruntung dilahirkan sebagai seorang perempuan … syair itu  seoalah menjadi romansa indah yang kau berikan khusus untuku ,  lebih dari sekedar puisi dan bunga melainkan kau menawarkan surga…  

Namun… terkadang aku masih merasa seperti orang asing yang tak bisa mengenalimu …  sikapmu yang acuh, seakan tidak perduli dan jauh dari perhatian,  egomu yang membuatku kesal, ketidak sepahaman yang tanpa disengaja membuat kita menjauh perlahan,  obrolan sepele yang hanya berakhir dengan kata “ Apanya” dan “ maksudnya ”  … yang terkadang aku sesalkan keber tele-telean itu ternyata menyusahkan…   mungkin karna aku hanya berjumpa melalui kata-kata.. atau mungkin memang kesan yang dulu sudah tak lagi kau anggap ada. Ah… sudahlah biar kita renungkan masing-masing saja..
Pesanku …  tetaplah menjadi lelaki yang menuntun dengan kedewasaan, yang siap menjadi sandaran ternyaman perempuannya ketika berkeluh kesah, lelaki  yang sabar dengan sikap kekanak”kan perempuannya kelak… 


»  Peneduh mataku »


Komentar